Bandingkan Daftar

Medan Selatan Bukan Lagi Pinggiran, Tapi Prospek Investasi

Medan Selatan Bukan Lagi Pinggiran, Tapi Prospek Investasi

MEDAN – Pertumbuhan (sunrise zone) di wilayah Medan Selatan, khususnya Medan Tuntungan, kini tengah menjadi primadona baru bagi para pengembang dan investor properti di tahun 2026 

Area yang mencakup kelurahan Ladang Bambu ini kini bukan lagi pinggiran kota yang sunyi, melainkan magnet bagi modal berskala besar.

Berdasarkan data capaian investasi Kota Medan yang menembus angka Rp14,5 triliun pada awal 2026, wilayah Medan Tuntungan memberikan kontribusi signifikan, terutama dari sektor properti hunian dan kawasan pendidikan.

1. Lonjakan Valuasi Tanah di Baru Ladang Bambu

Area Baru Ladang Bambu dan sekitarnya mengalami apresiasi nilai tanah yang cukup tajam. Tercatat per April 2026, harga tanah di kawasan ini telah menyentuh angka median Rp750.000 hingga Rp1,8 juta per m² tergantung kedekatannya dengan akses jalan utama (Jl. Jamin Ginting).

“Medan Tuntungan saat ini memiliki nilai investasi yang lebih tinggi dibandingkan area pinggiran lainnya seperti Medan Amplas. Minat pasar sangat kuat karena ketersediaan lahan yang masih luas untuk proyek township,” lapor analis pasar properti setempat, Senin (20/4).

2. Fokus Infrastruktur & Hunian Subsidi Modern

Pemerintah Kota Medan, dibawah rencana strategis 2021-2026, terus mematangkan konektivitas di wilayah Tuntungan untuk mendukung mobilitas menuju pusat kota dan kawasan wisata Berastagi.

  • Rumah Subsidi 2026: Ladang Bambu menjadi pusat pengembangan rumah subsidi dengan desain modern. Program FLPP yang diperkuat tahun ini membuat kawasan Tuntungan menjadi pilihan utama bagi pekerja mandiri dan keluarga muda yang mencari hunian layak dengan akses mudah ke fasilitas umum.
  • Ruang Terbuka Hijau (RTH): Penataan kawasan Tuntungan juga tetap memperhatikan keberlanjutan, dengan target RTH minimal 16% sesuai RTRW Kota Medan untuk menjaga keseimbangan ekosistem di tengah masifnya pembangunan fisik.

3. Ekosistem Pendidikan & Komersial

Keberadaan institusi pendidikan di sekitar Tuntungan (seperti IPDN dan beberapa kampus lainnya) telah menciptakan efek domino bagi bisnis turunan. Investor mulai melirik pembangunan kos-kosan eksklusif, kafe, dan area komersial di sekitar Ladang Bambu untuk menangkap pasar mahasiswa dan tenaga pendidik yang terus tumbuh.

Bagi investor yang mencari aset jangka panjang di Medan, area Ladang Bambu menawarkan kombinasi langka antara harga masuk yang masih terjangkau dan potensi lonjakan nilai aset akibat ekspansi urban yang bergerak ke arah Selatan.

Ringkasan Indikator Investasi (Q2-2026) – Medan Tuntungan :

Indikator                             Detail


Status Wilayah                Sunrise Property Zone (Kawasan Pertumbuhan Baru) 

Sektor Unggulan             Properti Hunian, Agrowisata, & Fasilitas Pendidikan

Yield Investasi                Tinggi (Estimasi 8% – 12% per tahun untuk sewa komersial)

Potensi Capital Gain       Sangat Kuat (Minat pasar tumbuh 50% lebih tinggi dibanding (tahun sebelumnya)

Pos terkait

Investasi Villa atau Tanah, Mana yang Profit Lebih Cepat?

BALI– Memasuki kuartal kedua tahun 2026, denyut nadi investasi properti di Bali semakin kencang....

Lanjutkan membaca
oleh administrator

Eksklusivitas Pulau Seraya Besar Menjadi ‘Harta Karun’ Terakhir

LABUAN BAJO – Di tengah hiruk-pikuk pembangunan infrastruktur masif di pusat kota Labuan Bajo,...

Lanjutkan membaca
oleh admin

Properti Indonesia Timur Lebih Seksi Dibanding Saham Blue Chip

JAKARTA – Tahun 2026 menjadi tonggak sejarah bagi sektor properti Indonesia. Di tengah...

Lanjutkan membaca
oleh admin

Bergabunglah dengan Diskusi